🌖 Mengapa Pada Musim Kemarau Para Petani Tidak Menanam Padi
Padamusim kemarau hama tanaman lebih intens pada jenis serangga seperti kutu daun yang menularkan virus keriting dan bulai. Pada musim kemarau anda juga harus rajin melakukan pengairan. Daftar tanaman yag cocok ditanam saat musim kemarau adalah: Jagung, Ubi, Ketela, Tomat, Kentang, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Labu, dll.
. Cianjur - Meski bulan ini masih sering turun hujan, para petani diingatkan tidak salah perhitungan memutuskan jenis tanaman yang akan mereka tanam di lahan tadah hujan. Peringatan di atas disampaikan oleh Mentan Anton Apriantono di sela-sela panen padi SRI Organik pagi ini di desa Bobojong, Cianjur, Jawa Barat, Senin 30/7/2007. "Memang kemarau tahun ini basah, Juni masih hujan. Tapi pada Juli mulai berkurang, Agustus apalagi. Kita harap masyarakat paham di musim kemarau sawah tadah hujan jangan tanami padi, tapi palawija," kata menaman padi di sawah hujan pada musim kemarau, sangat rawan ancaman kekeringan. Tapi akan berbeda hasilnya bila palawija yang ditanam. Pemerintah sendiri saat ini tengah melaksanakan berbagai langkah guna antisipasi kekegalan panen akibat kekeringan. Langkah jangka pendek adalah penyedian air di lokasi-lokasi kekeringan. Meski kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibanding tahun lalu, mentan tetap optimistis hasil panen nasional akan dapat mendekati target penambahan 2 juta ton. Dasarnya adalah hasil penghitungan BPS per panen April 2007 sudah melampui total panen 2006. "Dibanding lima tahun terakhir, kemarau tahun ini masih tergolong normal," sambung Anton. lh/qom
BANGKA – Musim kemarau panjang diprediksi bakal terjadi pada pertengahan Juni sampai September 2023 mendatang. Pada musim kemarau, petani di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung diminta menanam palawija selain padi. Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan DPPP Bangka Selatan, Risvandika berujar, masyarakat petani harus mempersiapkan diri agar dapat mengantisipasi dampak kemarau panjang yakni kekeringan. Sehingga para petani bisa menanam tanaman palawija untuk lahan yang pengairannya terbatas saat musim kemarau. Seperti yang diketahui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Pangkalpinang memprediksi musim kemarau di Bangka Belitung terjadi pada awal Juni 2023. Antara bulan Juni dasarian satu dan Juni dasarian dua. Tepatnya pada tanggal 1 - 11 Juni 2023 mendatang. “Berdasarkan data BMKG bulan Juni - September 2023 Bangka Selatan diperkirakan akan memasuki musim kemarau. Saya mengingatkan petani untuk dapat beralih ke tanaman yang kurang membutuhkan air,” kata dia kepada Sabtu 3/6/2023. Risvandika menerangkan, menjelang musim kemarau panjang para petani setidaknya menyesuaikan tanaman pada masa tanam. Sebab, saat musim kemarau ketersediaan air akan berkurang yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman yang membutuhkan banyak air. Bahkan saat ini tim penyuluh sudah melakukan sosialisasi kepada para petani. Terutama sosialisasi pola tanam padi-padi- palawija kepada para petani. Upaya itu merupakan bagian agar selama satu tahun musim tanam tidak melulu menanam padi. Akan tetapi diselingi menanam palawija, utamanya saat kemarau. Layaknya jagung, singkong, sorgum hingga kacang panjang. “Tanaman palawija ini antara lain komoditas palawija seperti jagung, sorgum dan kacang tanah. Namun jika ketersediaan air mencukupi para petani diperbolehkan melanjutkan kembali aktivitas tanamanan padi,” jelas Risvandika. Menurutnya, pengaturan pola tanam sangat penting mengingat saat kemarau pasokan air berkurang.
– Petani di Kabupaten Sukoharjo serempak menanam padi, pekan ini. Ditandai penanaman di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Selasa 30/5/2023. Sebagai upaya menjaga ketahanan pangan jelang musim kemarau, sekaligus sebagai lumbung pangan Jawa Tengah Jateng. Pada kesempatan tersebut, Etik didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa, Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno, dan jajaran terkait. Juga diserahkan bantuan kepada 11 kelompok tani. Di antaranya bantuan pembangunan embung senilai Rp 600 juta, bantuan jalan produksi pertanian Rp 100 juta, rehabilitasi jaringa irigasi tersier, hand tractor, cultivator, pompa air, serta kendaraan roda tiga. Etik menjelaskan, Kota Makmur masih surplus beras tahun lalu. Surplus tersebut mencapai ton. Meskipun masih terdampak pandemi Covid-19 dan anomali iklim. Ini semua tak lepas dari penerapan inovasi teknologi dan mitigasi, terhadap dampak perubahan iklim. “Kabupaten Sukoharjo masih menjadi lumbung padi di Jawa Tengah. Walaupun surplus, kami terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan,” ungkap Etik. Di sisi lain, Etik mengingatkan potensi kemarau panjang periode Mei-September mendatang. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG, tahun ini Indonesia akan dilanda fenomena El Nino. Kondisi tersebut diprediksi berpeluang 60 terjadi pada Mei-Juli. Kemudian 80 persen terjadi pada September. Supaya ketahanan pangan tetap terjaga di Kota Makmur, perlu disiasati dengan serempak menanam padi. Memanfaatkan ketersediaan air yang ada, untuk menghindari risiko gagal panen karena kekeringan. “Kepada seluruh petani, segera mempercepat tanam padi. Supaya tidak mengalami puncak musim kemarau pada Agustus nanti. Sehingga fase tanaman sudah tidak memerlukan air lagi,” imbuh Etik. Sementara itu, Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno berharap ketersediaan air dimanfaatkan seefisien mungkin. Sekaligus mengimbau agar dilakukan percepatan tanam padi. “Jika ada permasalahan segera komunikasikan dengan PPL petugas pendamping lapangan. Supaya ikut mendampingi dan besama-sama mencari solusi bersama petani,” bebernya. kwl/fer/dam Reporter Iwan Kawul – Petani di Kabupaten Sukoharjo serempak menanam padi, pekan ini. Ditandai penanaman di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Selasa 30/5/2023. Sebagai upaya menjaga ketahanan pangan jelang musim kemarau, sekaligus sebagai lumbung pangan Jawa Tengah Jateng. Pada kesempatan tersebut, Etik didampingi Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa, Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno, dan jajaran terkait. Juga diserahkan bantuan kepada 11 kelompok tani. Di antaranya bantuan pembangunan embung senilai Rp 600 juta, bantuan jalan produksi pertanian Rp 100 juta, rehabilitasi jaringa irigasi tersier, hand tractor, cultivator, pompa air, serta kendaraan roda tiga. Etik menjelaskan, Kota Makmur masih surplus beras tahun lalu. Surplus tersebut mencapai ton. Meskipun masih terdampak pandemi Covid-19 dan anomali iklim. Ini semua tak lepas dari penerapan inovasi teknologi dan mitigasi, terhadap dampak perubahan iklim. “Kabupaten Sukoharjo masih menjadi lumbung padi di Jawa Tengah. Walaupun surplus, kami terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan,” ungkap Etik. Di sisi lain, Etik mengingatkan potensi kemarau panjang periode Mei-September mendatang. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG, tahun ini Indonesia akan dilanda fenomena El Nino. Kondisi tersebut diprediksi berpeluang 60 terjadi pada Mei-Juli. Kemudian 80 persen terjadi pada September. Supaya ketahanan pangan tetap terjaga di Kota Makmur, perlu disiasati dengan serempak menanam padi. Memanfaatkan ketersediaan air yang ada, untuk menghindari risiko gagal panen karena kekeringan. “Kepada seluruh petani, segera mempercepat tanam padi. Supaya tidak mengalami puncak musim kemarau pada Agustus nanti. Sehingga fase tanaman sudah tidak memerlukan air lagi,” imbuh Etik. Sementara itu, Kepala Distankan Sukoharjo Bagas Windaryatno berharap ketersediaan air dimanfaatkan seefisien mungkin. Sekaligus mengimbau agar dilakukan percepatan tanam padi. “Jika ada permasalahan segera komunikasikan dengan PPL petugas pendamping lapangan. Supaya ikut mendampingi dan besama-sama mencari solusi bersama petani,” bebernya. kwl/fer/dam Reporter Iwan Kawul
mengapa pada musim kemarau para petani tidak menanam padi